Bulan: Juni 2026

7 Dessert Jepang Populer yang Siap Bikin Lidah Lu Meleleh Kegirangan!

Dessert khas Jepang Populer – Kalau ngomongin kuliner Jepang, yang pertama kali terlintas di kepala pasti gak jauh-jauh dari gurihnya ramen, segarnya sushi, atau kriuk-kriuknya tempura. Tapi, tahu gak sih? Jepang itu sebenarnya adalah “negara adidaya” kalau sudah urusan dessert atau makanan pencuci mulut.

Para ahli pembuat kue di Jepang (pâtissier) itu terkenal jenius. Mereka jago banget mengawinkan resep kue klasik Eropa yang glamor dengan cita rasa lokal tradisional Jepang yang minimalis dan menenangkan, seperti matcha, red bean, atau moci. Hasilnya? Mahakarya kuliner yang rasanya gak terlalu manis (not too sweet—pujian kasta tertinggi untuk sebuah dessert!), teksturnya selembut awan, dan visualnya cantik banget sampai tega buat dimakan!

Biar agenda ngemil manis lu makin seru dan gak bosan dengan menu yang itu-itu aja, yuk kita kepoin 7 dessert Jepang paling populer dan menggugah selera yang wajib banget lu cobain. Siap-siap dapet sugar rush yang menyenangkan!

1. Japanese Souffle Pancake: Pancake Goyang yang Selembut Awan

Kita mulai dari hidangan yang beberapa tahun terakhir ini lagi viral banget di seluruh dunia, termasuk sering bikin antrean mengular di mal-mal kota besar: Japanese Souffle Pancake.

Berbeda dengan pancake Amerika yang padat dan tipis, pancake ala Jepang ini ukurannya tebal, super montok, dan kalau piringnya digoyang, pancakenya bakal ikut goyang-goyang manja (jiggle).

  • Rahasia Kelembutannya: Putih telur dikocok sampai benar-benar kaku (meringue) sebelum dicampur ke adonan, lalu dipanggang perlahan dengan uap air.
  • Sensasi Makannya: Begitu masuk mulut, pancake ini bakal langsung meleleh seketika kayak kapas. Biasanya disajikan dengan mentega cair, sirup maple, atau krim kocok segar dan buah stroberi. Rasanya kayak lagi menggigit awan di langit!

2. Daifuku Mochi: Si Bulat Kenyal dengan Kejutan Menyegarkan

Lu pasti udah tahu moci, kan? Nah, Daifuku adalah kasta tertinggi di dunia permocian Jepang. Daifuku secara harfiah artinya “keberuntungan besar”. Ini adalah kue bulat berbahan tepung beras ketan yang teksturnya super kenyal dan lembut.

Varian yang paling menggugah selera dan estetik banget pas difoto adalah Ichigo Daifuku.

Anatomi Kenikmatan: Bayangkan sebutir buah stroberi utuh yang segar, manis, dan sedikit asam, dibalut oleh pasta kacang merah (anko) yang manis legit, lalu dibungkus lagi oleh kulit moci yang kenyal merona. Pas digigit, perpaduan tekstur kenyal, manisnya kacang merah, dan ledakan jus stroberi segar di dalam mulut itu bener-bener surga dunia!

3. Matcha Parfait: Layer Kenikmatan dalam Satu Gelas Tinggi

Buat para matcha holic alias pencinta teh hijau, Matcha Parfait adalah sebuah mahakarya yang tidak boleh dilewatkan. Dessert ini aslinya mengadaptasi gaya parfait Prancis, tapi diberi sentuhan totalitas rasa Jepang.

Disajikan dalam gelas kaca yang tinggi besar, parfait ini terdiri dari berbagai lapisan (layer) kelezatan tersembunyi. Dari lapisan paling bawah sampai atas, lu bakal menemukan: jeli matcha yang kenyal, sereal renyah, es krim soft-serve matcha yang pekat, pasta kacang merah, buah kastanye, moci kecil (shiratama), sampai stik biskuit.

Menyendok parfait ini dari atas ke bawah memberikan petualangan tekstur yang seru banget: ada garingnya, kenyalnya, dinginnya, dan pahit-manisnya matcha yang seimbang!

4. Kakigori: Es Serut Gunung Mewah Penghalau Gerah

Kalau di Indonesia ada es campur atau es teler, Jepang punya Kakigori. Tapi jangan samakan es serut ini dengan es serut pinggir jalan yang teksturnya kasar ya, gaes.

Kakigori modern dibuat menggunakan mesin khusus yang bisa menyerut balok es menjadi serpihan yang super halus, tipis, dan lembut banget—bener-bener mirip kayak salju asli yang turun di musim dingin. Es salju ini ditumpuk tinggi menyerupai gunung, lalu diguyur sirup premium melimpah (seperti sirup buah asli atau matcha) dan kental manis.

Di kafe-kafe hits Jepang, Kakigori disajikan sangat mewah dengan tambahan saus busa (espuma cream) di atasnya dan potongan buah segar di dalamnya. Segar abis!

5. Japanese Cheesecake: Keju Lembut Anti-Enek

Kalau lu tipe orang yang suka keju tapi gampang ngerasa mual atau enek kalau makan New York cheesecake yang padat dan berat, maka Japanese Cheesecake (atau Cotton Cheesecake) adalah jodoh finansial dan lidah lu.

Kue ini menggabungkan teknik pembuatan kue barat dengan tekstur ringan ala Jepang. Hasilnya adalah kue keju yang mengembang sempurna, bertekstur sangat berpori lembut, dan super ringan.

Rasanya gurih keju tipis-tipis, manisnya pas, dan teksturnya selembut spons. Lu bisa menghabiskan setengah loyang sendirian tanpa ngerasa begah sama sekali!

6. Taiyaki Soft Serve: Kue Ikan Klasik yang Naik Kelas

Taiyaki adalah kue panggang berbentuk ikan kakap tradisional yang biasanya diisi pasta kacang merah panas. Tapi dasar orang Jepang kreatifnya gak ada habisnya, mereka memodifikasi kue ikan ini menjadi wadah es krim cone yang unik banget!

Kue ikan dipanggang dengan bagian mulut yang sengaja dibuat terbuka lebar menganga. Nah, di dalam mulut ikan itulah disemprotkan es krim soft-serve rasa matcha, vanilla, atau ogura (kacang merah).

Perpaduan antara kue ikan yang masih hangat, empuk, dan renyah di luar, berpadu dengan es krim yang dingin nan lembut memberikan sensasi hot and cold yang seru banget di lidah. Plus, bentuknya yang menggemaskan ini dijamin bakal bikin feeds Instagram lu makin kece!

7. Anmitsu: Mangkok Tradisional yang Menyegarkan Jiwa

Kita tutup daftar ini dengan hidangan pencuci mulut tradisional yang sudah ada sejak zaman dulu kala, namanya Anmitsu. Ini adalah makanan penutup semacam es buah lokal yang disajikan di dalam mangkuk tanpa es serut.

Isian utamanya adalah Kanten (jeli bening khas Jepang yang terbuat dari rumput laut dan teksturnya agak rapuh), kubus jeli, kacang merah manis, dan aneka buah kaleng seperti jeruk mandarin, ceri, dan kiwi. Semuanya lalu disiram dengan Kuromitsu, yaitu sirup gula merah pekat tradisional Jepang yang manisnya khas banget.

Anmitsu adalah hidangan yang sangat menyegarkan dan ringan, cocok banget dimakan sore-sore pas cuaca lagi panas-panasnya.

Kesimpulan: Manisnya Pas, Bahagianya Awet!

Dunia dessert Jepang membuktikan bahwa makanan manis itu gak harus bikin sakit gigi karena kemanisan. Dengan mengutamakan keseimbangan rasa, kualitas bahan yang segar, serta presentasi visual yang estetik, setiap gigitan dessert Jepang selalu sukses bikin pikiran kita jadi rileks dan bahagia.

Nah, dari 7 dessert cantik dan menggugah selera di atas, mana nih yang paling berhasil bikin air liur lu menetes dan pengen langsung lu buru di kafe terdekat akhir pekan ini? Yuk, manjakan diri lu dengan yang manis-manis hari ini!

10 Street Food Jepang yang Wajib Dicoba, Bikin Lidah Goyang dan Dompet Tenang!

Street Food Jepang – Jepang itu emang gak ada habisnya buat dibahas. Mulai dari anime yang seru, pemandangan alam yang estetik, sampai teknologi masa depannya yang canggih. Tapi, ada satu hal lagi yang wajib banget lu agendakan kalau liburan ke Negeri Sakura: Berburu Street Food!

Banyak orang mengira kulineran di Jepang itu mahal karena bayangannya selalu makan sushi premium atau shabu-shabu di restoran bintang lima. Padahal, petualangan rasa yang sesungguhnya justru ada di pinggir jalan, di pasar tradisional (Shotengai), festival budaya (Matsuri), atau kedai tenda malam hari (Yatai).

Aromanya yang menguar di sepanjang jalan dijamin bakal bikin pertahanan diet lu runtuh seketika. Nah, biar lu gak bingung mau jajan apa pas nyampe sana, nih kita bisikin 10 jajanan kaki lima khas Jepang yang rasanya juara dunia dan wajib banget lu coba!

1. Takoyaki: Si Bulat Kenyal dari Osaka yang Mendunia

Lu mungkin udah sering makan takoyaki di mal-mal Indonesia, tapi percaya deh, makan langsung dari tempat kelahirannya di Osaka itu sensasinya beda jauh!

Takoyaki adalah bola-bola adonan tepung berisi potongan gurita (tako), daun bawang, dan jahe merah. Di Jepang, takoyaki dipanggang sampai kulit luarnya agak crispy, tapi bagian dalamnya tetap super lembut, lumer, dan creamy.

Cara Makan yang Benar: Setelah diguyur saus takoyaki, mayones, dan taburan katsuobushi (serutan ikan cakalang yang bisa goyang-goyang sendiri), jangan langsung dicemplungin semua ke mulut ya, gaes! Bagian dalamnya itu menyimpan panas yang luar biasa. Tiup dulu kalau lu gak mau lidah lu auto melepuh.

2. Yakitori: Sate Ayam ala Jepang yang Juicy Abis

Kalau Indonesia punya sate madura, Jepang punya Yakitori. Ini adalah sate berbahan dasar daging ayam (atau bagian ayam lainnya seperti kulit, hati, dan daun bawang) yang ditusuk menggunakan bambu, lalu dibakar di atas arang briket khusus.

Pas memesan, abang penjualnya biasanya bakal nanya lu mau bumbu apa:

  • Tare: Saus manis gurih berbasis kecap asin yang kental dan karamelisasi saat dibakar.
  • Shio: Hanya taburan garam laut—cocok buat lu yang pengen menikmati rasa asli daging ayamnya yang juicy.

Makan yakitori pas malam hari sambil ditemani angin sepoi-sepoi di pinggir jalan itu rasanya nikmat banget!

3. Taiyaki: Kue Ikan Imut dengan Isian Melimpah

Beralih ke yang manis-manis, ada Taiyaki. Jajanan berbentuk ikan ini sangat ikonik dan sering banget muncul di anime. Tapi tenang, ini bukan kue rasa ikan kok, bentuknya aja yang menyerupai ikan Tai (kakap merah) yang melambangkan keberuntungan di Jepang.

Kue ini dibuat dari adonan mirip waffle yang dipanggang sampai berwarna cokelat keemasan. Isian tradisionalnya adalah pasta kacang merah (anko) yang manis legit. Tapi sekarang, variasinya udah kekinian banget, ada isi custard vanilla, cokelat, matcha, bahkan keju meleleh!

4. Okonomiyaki: Pizza-nya Orang Jepang

Mau makanan jalanan yang porsinya padat dan bikin kenyang? Cari kedai yang jualan Okonomiyaki. Secara bahasa, Okonomi artinya “sesuai selera” dan Yaki artinya “dipanggang”. Jadi, lu bisa bebas memilih isiannya.

Dasar dari makanan ini adalah adonan tepung yang dicampur dengan irisan kubis (kol) yang melimpah, lalu ditambah telur, daging sapi, ayam, atau seafood. Semuanya diaduk jadi satu lalu dipanggang di atas plat besi panas (teppan). Setelah matang, atasnya diberi saus khusus yang manis asam, mayones, dan rumput laut bubuk (aonori).

5. Dango: Sate Ketan Kenyal yang Bikin Nagih

Kalau lu sering melihat emoji sate warna-warni bulat (🍡) di HP lu, nah itulah yang namanya Mitarashi Dango! Ini adalah kue tradisional Jepang yang terbuat dari tepung beras (mochiko), teksturnya mirip moci tapi sedikit lebih padat dan kenyal.

Dango dikukus, ditusuk kayak sate, lalu dibakar sebentar di atas arang sebelum diguyur saus kecap manis kental yang rasanya perpaduan antara manis dan gurih. Mengunyah dango sambil jalan-jalan sore di taman itu rasanya magis banget.

6. Karaage: Ayam Goreng Tepung dengan Kearifan Lokal

Ayam goreng tepung emang ada di mana-mana, tapi Tori Karaage khas Jepang punya kelasnya sendiri. Sebelum digoreng, daging paha ayam tanpa tulang dimarinasi dulu pakai racikan kecap asin, jahe, dan bawang putih sampai bumbunya meresap ke serat daging terdalam.

Setelah itu, ayam dibalut tepung kentang tipis lalu digoreng deep-fry. Hasilnya? Kulit luar yang super renyah tanpa minyak berlebih, dan daging di dalamnya yang sangat lembut dan juicy. Biasanya disajikan di dalam mangkuk kertas kecil dengan tusukan bambu, pas banget buat camilan sambil jalan kaki.

7. Gyoza: Pangsit Goreng-Kukus yang Gurih Parah

Meskipun aslinya diadopsi dari China, Jepang berhasil memodifikasi Gyoza menjadi makanan jalanan yang super populer. Gyoza Jepang punya kulit yang lebih tipis dengan isian daging cincang, kubis, kucai, dan bawang putih yang melimpah.

Cara masaknya unik: gyoza ditata di atas wajan datar, digoreng sampai bagian bawahnya kecokelatan dan garing (crispy), lalu disiram sedikit air dan ditutup rapat agar bagian atasnya matang karena proses pengukusan. Pas dimakan dengan cocolan kecap asin dan minyak cabai (ra-yu)… beuh, siap-siap ketagihan!

8. Ika Yaki: Cumi Bakar Raksasa yang Menggoda

Kalau lu lagi jalan-jalan ke pasar ikan seperti Tsukiji Outer Market di Tokyo atau Kuromon Ichiba di Osaka, hidung lu pasti bakal langsung mencium aroma bakaran yang super gurih. Sumbernya gak lain dan gak bukan adalah Ika Yaki alias cumi bakar utuh.

Cumi-cumi segar berukuran sedang hingga besar ditusuk bambu, lalu dibakar sambil diolesi saus kecap asin manis secara berkala. Daging cuminya kenyal, gak alot, manis alami khas seafood segar, dan punya aroma smoky (asap) yang khas banget.

9. Menchi Katsu: Kroket Daging Juara yang Lumer di Mulut

Buat para pencinta daging, Menchi Katsu adalah sebuah kewajiban. Ini adalah bola daging cincang (biasanya campuran sapi dan ayam) yang dicampur dengan bawang bombay cincang manis, lalu dibalur tepung roti kasar (panko) dan digoreng sampai keemasan.

Saat lu gigit, sensasi garing di luar bakal langsung disambut oleh sari daging (juice) hangat yang meleleh di dalam mulut. Tempat paling terkenal buat nyobain ini adalah di kawasan Yanaka Ginza, Tokyo, di mana antreannya selalu mengular setiap hari.

10. Kakigori: Es Serut Gunung Penghalau Gerah

Kalau lu kebetulan liburan ke Jepang pas musim panas (summer), Kakigori adalah penyelamat hidup lu dari sengatan cuaca gerah. Ini adalah es serut tradisional Jepang yang tekstur esnya super halus mirip salju, bukan yang kasar kayak es serut lokal.

Es serut ini ditumpuk tinggi kayak gunung, lalu diguyur sirup berbagai rasa (paling favorit adalah matcha teh hijau, stroberi, atau melon) dan diberi susu kental manis di atasnya. Beberapa kedai premium bahkan menambahkan toping moci kecil (shiratama) dan pasta kacang merah. Segar banget!

Etika Penting Jajan Street Food di Jepang (Wajib Tahu!)

Sebelum lu berangkat berburu makanan, ada satu aturan budaya penting di Jepang yang wajib lu patuhi: Jangan makan sambil berjalan (Tabearuki)!

Bagi masyarakat Jepang, makan sambil jalan kaki itu dianggap kurang sopan dan berisiko bikin makanan lu tumpah atau mengotori baju orang lain. Jadi, etika yang benar adalah:

  1. Beli makanannya.
  2. Berdirilah atau duduklah di dekat kedai tempat lu membeli makanan tersebut sampai habis.
  3. Buang sampahnya ke tempat sampah yang biasanya disediakan oleh penjualnya (karena nyari tempat sampah umum di jalanan Jepang itu susahnya minta ampun!).

Kesimpulan: Siapkan Perut, Puaskan Lidah!

Berburu street food di Jepang bukan cuma soal mengenyangkan perut dengan harga terjangkau, tapi juga soal merasakan kedekatan dengan budaya lokal dan melihat langsung keahlian para penjualnya saat memasak makanan di depan mata lu.

Gimana, dari 10 jajanan legendaris di atas, mana nih yang paling bikin air liur lu menetes dan pengen langsung lu serbu pas mendarat di Jepang nanti? Yuk, siapin itinerary kulineran lu sekarang juga!

Ini 7 Kota Cantik di Jepang yang Wajib Masuk Bucket List Lu: Visualnya Juara, Minim Polusi Turis!

Kota Cantik di Jepang – Kalau ngomongin liburan ke Jepang, pikiran kita pasti langsung melayang ke persimpangan Shibuya yang padat di Tokyo, atau surga jajanan takoyaki di Dotonbori, Osaka. Gak salah sih, dua kota fardu ain itu emang seru banget. Tapi jujur nih, kadang capek gak sih kalau liburan harus desak-desakan sama jutaan turis lain, jalan kaki buru-buru kayak dikejar deadline, dan isi dompet terkuras habis buat biaya hidup kota metropolitan?

Jepang itu bukan cuma soal kerlap-kerlip neon kota besar. Kalau lu mau melipir sedikit keluar dari jalur mainstream, lu bakal menemukan “wajah asli” Jepang yang jauh lebih cantik, tenang, magis, dan pastinya Instagrammable abis. Dari kota salju mirip negeri dongeng sampai kota pelabuhan bergaya retro, semuanya ada!

Biar rencana liburan lu berikutnya makin beda dan gak pasaran, yuk kita bedah 7 kota cantik di Jepang selain Tokyo dan Osaka yang bakal bikin feeds sosial media lu banjir likes dan hati lu super damai! Ikimashou!

1. Kyoto: Kota Seribu Kuil Tempat Waktu Berhenti Berputar

Oke, Kyoto mungkin masih cukup populer, tapi kota ini punya getaran (vibes) yang 180 derajat berbeda dari Tokyo atau Osaka. Kalau Tokyo adalah masa depan, maka Kyoto adalah masa lalu Jepang yang dijaga dengan sangat anggun. Di sini, gedung pencakar langit digantikan oleh rumah-rumah kayu tradisional (Machiya).

Kenapa Kota Ini Cantik Banget?

  • Arashiyama Bamboo Grove: Berjalan di antara pohon bambu raksasa yang menjulang tinggi sambil mendengarkan gemerisik daunnya ditiup angin itu efek healing-nya instan banget!
  • Kinkaku-ji (Golden Pavilion): Sebuah kuil yang dilapisi emas murni, berdiri megah di tepi danau yang jernih, dikelilingi taman zen yang super rapi. Visualnya bener-bener kayak lukisan hidup.
  • Gion District: Kalau beruntung, pas sore hari lu bisa berpapasan langsung dengan Geisha atau Maiko asli yang berjalan anggun memakai kimono menuju rumah teh.

Tips Anak Gaul: Sewa Kimono seharian, lalu jalan-jalan santai di sepanjang jalan setapak berbatu di area Ninenzaka. Foto lu dijamin bakal estetik parah!

2. Takayama: Pesona “Little Kyoto” di Jantung Pegunungan Alpen Jepang

Mau merasakan suasana Kyoto tapi versi yang jauh lebih sepi, tenang, dan dikelilingi pegunungan bersalju? Naiklah kereta menuju Takayama di Prefektur Gifu. Kota tua ini terletak di kawasan pegunungan Hida dan terkenal dengan arsitektur zaman Edo yang masih terawat sangat apik.

Spot yang Bikin Terpikat:

  • Sanmachi Suji: Kawasan kota tua dengan saluran air jernih di pinggir jalannya (bahkan saking jernihnya, kadang ada ikan koat-koit berenang). Di kanan-kiri jalan, rumah kayu kuno disulap menjadi toko suvenir, kafe estetik, dan tempat penyulingan sake tradisional.
  • Surga Kuliner Daging Hida: Gak kalah sama Wagyu Kobe, Takayama punya Hida Beef yang super premium. Cobain deh Hida beef sushi yang dagingnya dibakar tipis pakai torch, rasanya meleleh dan gurih banget di lidah!

3. Otaru: Romantisme Kota Pelabuhan Kuno di Utara Hokkaido

Kalau lu tipe orang yang romantis dan suka suasana syahdu, Otaru wajib masuk daftar teratas. Terletak hanya sekitar 30 menit dari Sapporo, Hokkaido, Otaru adalah kota pelabuhan kecil yang terkenal dengan kanal kunonya dan kerajinan kaca tiup.

Momen Magis di Otaru:

  • Otaru Canal: Di sepanjang kanal ini, berjejer gudang-gudang tua berbatu bata merah dari abad ke-20 yang sekarang diubah jadi restoran dan toko. Pas malam hari, lampu-lampu gas kuno di sepanjang kanal bakal menyala, memantulkan cahaya kuning hangat di atas air kanal yang tenang. Apalagi kalau musim dingin pas salju turun, suasananya romantisnya kelewatan!
  • Music Box Museum: Masuk ke sini rasanya kayak masuk ke dunia peri. Lu bakal disambut oleh ribuan kotak musik dengan berbagai bentuk dan suara yang berdenting merdu.

4. Nara: Main Bareng Ratusan Rusa Jinak yang Suka “Bowing”

Nara adalah ibu kota pertama Jepang sebelum Kyoto dan Tokyo. Jaraknya dekat banget dari Osaka, jadi pas buat pelarian sehari. Kota ini terkenal karena memadukan sejarah kuno dengan alam yang sangat menyatu.

Daya Tarik Utama:

  • Nara Park & Rusa Sopan: Di taman raksasa ini hidup sekitar 1.200 ekor rusa liar secara bebas. Uniknya, rusa-rusa di sini sangat pintar dan sopan. Kalau lu membeli biskuit khusus (shika-senbei) dan lu membungkuk (bowing) ke arah mereka, si rusa bakal ikut membungkukkan kepalanya buat minta makan. Lucu banget!
  • Todai-ji Temple: Kuil kayu terbesar di dunia yang di dalamnya menyimpan patung Buddha Perunggu (Daibutsu) raksasa setinggi 15 meter. Begitu berdiri di bawahnya, lu bakal merasa sekecil butiran debu.

5. Kanazawa: Kota Kastel dan Pusat Seni Emas yang Mewah

Terletak di tepi Laut Jepang, Kanazawa sering dijuluki sebagai permata tersembunyi. Kota ini selamat dari pengeboman Perang Dunia II, jadi distrik geisha dan samurai aslinya masih utuh 100%.

Apa yang Spesial di Sini?

  • Kenroku-en Garden: Ini bukan taman biasa, gaes. Kenroku-en dinobatkan sebagai salah satu dari tiga taman tercantik di seluruh Jepang. Sistem pengairannya, penataan pohon pinusnya, sampai jembatan batunya didesain dengan tingkat keindahan matematis yang sempurna.
  • Kuliner Serba Emas: Kanazawa memproduksi 99% lembaran emas tipis (gold leaf) di Jepang. Makanya, di sini lu bisa jajan es krim soft-serve yang dibungkus selembar emas murni yang bisa dimakan (edible gold). Mewah banget buat konten TikTok lu!

6. Hakodate: Menikmati City Light Terbaik di Dunia

Kembali lagi ke Hokkaido bagian selatan, ada kota pelabuhan cantik bernama Hakodate. Kota ini adalah salah satu pelabuhan pertama di Jepang yang dibuka untuk perdagangan internasional pada abad ke-19, jadi arsitekturnya punya sentuhan perpaduan budaya Barat dan Jepang (gaya Western-Japanese fusion).

Sisi Cantik Hakodate:

  • Goryokaku Fort: Benteng raksasa berbentuk bintang sempurna peninggalan zaman dulu. Cara terbaik menikmatinya adalah naik ke Goryokaku Tower dan melihat ke bawah. Pas musim semi, benteng bintang ini bakal berubah warna jadi pink penuh karena dikelilingi ribuan pohon sakura!
  • Gunung Hakodate: Naik ropeway ke puncak gunung ini pas malam hari. Pemandangan lampu kota (city light) Hakodate dari atas diapit oleh dua teluk laut yang melengkung dinobatkan sebagai salah satu pemandangan malam tercantik di dunia.

7. Kamakura: Kota Pantai yang Santai dan Tenang di Dekat Tokyo

Kalau lu lagi di Tokyo tapi pengen escape sebentar dari kegilaan kota besar tanpa harus naik Shinkansen mahal, Kamakura adalah obatnya. Cuma butuh waktu 1 jam naik kereta biasa, lu sudah sampai di kota pesisir pantai yang punya getaran santai mirip Bali tapi versi Jepang.

Aktivitas Seru di Kamakura:

  • Naik Kereta Retro Enoden: Ini adalah kereta listrik kuno bodi hijau yang jalurnya membelah perumahan warga lokal dan berjalan tepat di pinggir pantai pas menghadap Samudra Pasifik. Sangat ikonik dan sering muncul di anime (salah satunya Slam Dunk!).
  • Kotoku-in (The Great Buddha of Kamakura): Patung Buddha perunggu raksasa yang unik karena berada di ruang terbuka luar ruangan dengan latar belakang langit biru dan pepohonan hijau.

Kesimpulan: Jepang Itu Luas, Yuk Eksplor Lebih Jauh!

Nah, sekarang lu tahu kan kalau Jepang itu bukan cuma soal hiruk-pikuk Tokyo dan Osaka? Kota-kota di atas menawarkan keindahan yang lebih intim, udara yang lebih bersih, pemandangan alam yang dramatis, serta kesempatan buat berinteraksi dengan budaya lokal secara lebih dekat.

Jalan-jalan ke kota-kota alternatif ini juga bakal bikin pengalaman liburan lu terasa lebih berkesan dan beda dari cerita liburan teman-teman lu yang lain. Jadi, pas bikin itinerary liburan ke Jepang berikutnya, pastikan lu selipkan minimal satu atau dua kota cantik di atas, ya!

Gimana, dari 7 kota di atas, mana nih yang auranya paling cocok sama jiwa petualang atau jiwa healing lu? Yuk, buruan nabung dan kosongkan memori HP buat foto-foto!